Skip to content

Cuma Bisa Nulis dan Berharap

23 January 2011

Waktu pertama liat isi tabloid itu, rasanya saya pengen nangiss… Gimana nggak?, dari desain ama isinya aja banyak yang bikin saya sedih, diantaranya, Hot Issue1 yang ditampilkan ama nih tabloid udah keren, bagus, plus tematis banget deh!. Pas ngebuka ini tabloid, buju buneeeeng… Ada nggak sih media yg nulisin susunan kepengurusan organisasinya?, Journalism Disaster bangeet!.

Sebenarnya sih emang harus ada, tapi ga sampe pake judul Susunan Kepengurusan gitu kalii… dan inget… jabatan di sebuah organisasi ato perusahaan yang bergerak dibidang pers itu punya perbedaan tertentu dengan tampilan jabatan di produk media-nya lo!. Trus yang kedua, pas saya liat kolom-kolom ‘tulisan’ di ini tabloid, kesannya kaya’ bukan tulisan buat khalayak umum yang memenuhi syarat sebagai ‘tabloid’ (Sesuai dengan fungsi Media Massa menurut Harold D Lasswell dan Charles Wright – 1954). Tapi ini kesannya seperti buku harian/jurnal pribadi kaya di blog atau buku harian pribadi, hahaayy… Terlalu banyak bahasa baku dan penggunaan kata-kata yang orang awam nggak akan ngerti apa maksudnya (entah pengen nunjukkin kalo yang nulis itu ‘pinter’, ato emang ga paham kebutuhan khalayak di ‘zona’ tersebut??). Padahal karakteristik Komunikasi Massa itu bersifat umum (tidak personal atau pribadi). Terus menurut saya, ini tabloid lead2 nya dikit banget, dummy3 nya juga acak-acakan, typography4 yang gak menarik minat orang untuk membaca, 5W1H yang ngasal, pokoknya semua yang ada kaitannya ama bahasa jurnalistik, make up, dan EYD-nya tu udah berantakan banget. Padahal kan salah satu syarat media yang saya pelajari di mata kuliah Pengantar Jurnalistik itu adalah menggunakan bahasa yang lebih dimengerti konsumen daripada produsennya.

Saya sih sebenernya ga terlalu peduli. Karena saya juga gak berwenang buat ngelakuin apa-apa supaya tu tabloid punya standar yang kompeten atau mungkin sesuai dengan harapan saya, tu tabloid bisa diterima khalayak di ‘zona’ tersebut. Karena untungnya itu tabloid bukan konsumsi khalayak yang heterogen dibaca seluruh propinsi atau negara ini.. Thanks God…. But, harapan saya sih bisa lebih baik lagi. Sekali lagi, cuma bisa berharap. Anyway, semoga media di ‘zona-zona kecil’ itu bisa semakin lebih baik lagi dan semakin berpengaruh besar dalam memajukan nilai-nilai positif dalam perubahan sosial di negara kita!. Chayyooo…!!!

1. Hot issue: Tema yang lagi gencar-gencarnya terjadi dan diangkat secara besar-besaran ama suatu media cetak. Sebenarnya ini cuma bahasa gaul media anak muda. Jelas banget Koran-koran atau tabloid-tabloid yang jenisnya mengarah ke keseriusan gak akan make’ ini kata buat jadi pengganti kata ‘TEMA”. Gak mungkin bangeett…

2. Lead: Barisan tulisan yang berbentuk paragraf tersendiri dalam News/Views, fungsinya nuat menarik minat pembaca sebelum memasuki isi News/Views tersebut. Naro’nya di bawah judul atau membentuk kolom tersendiri di tengah-tengah/pinggir kanan-kiri isi News/Views.

3. Dummy: Tata letak / layout dan perwajahan di sebuah media cetak.

4. Typography: Seni pengaturan huruf-huruf dalam dunia percetakan berdsrkan paduan antara seni (art) ama teknik penyusunan huruf, utk mencapai keindahan & keserasian mutu cetak, biar perwajahan yg dihasilkan mempunyai daya tarik tersendiri di sebuah media cetak.

2 Comments leave one →
  1. 7 February 2011 06:51

    weeeewwww….seems serious….

  2. 10 February 2011 09:00

    kizzil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: